Teheran (KABARIN) - Amerika Serikat dilaporkan masih menolak sejumlah klausul dalam rancangan nota kesepahaman (MoU) dengan Iran yang dibahas untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara kedua pihak.
Salah satu poin yang menjadi ganjalan adalah terkait pencairan aset Iran yang dibekukan.
Mengutip kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, kedua negara disebut telah menggelar beberapa putaran pembicaraan pada Minggu (24/5), namun Washington masih menghambat sejumlah klausul penting dalam draf kesepakatan tersebut.
Tasnim juga melaporkan bahwa kemungkinan pembatalan MoU masih terbuka, meski Iran menegaskan tidak akan mundur dari apa yang mereka sebut sebagai “garis merah” dalam melindungi hak rakyatnya.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam wawancara dengan televisi pemerintah IRIB menyebut kedua pihak tengah berupaya menyusun MoU berisi 14 klausul yang ditargetkan menjadi dasar penghentian konflik.
Baghaei menambahkan, jika proses berjalan sesuai rencana, kesepakatan final diharapkan bisa tercapai dalam rentang 30 hingga 60 hari. Beberapa isu utama yang dibahas mencakup penghentian aksi militer di laut serta pencairan aset Iran yang dibekukan.
Dalam perkembangan sebelumnya, Gencatan Senjata Iran–AS–Israel 2025 tercapai pada 8 April setelah sekitar 40 hari pertempuran.
Setelah itu, perundingan lanjutan antara Israel, Iran, dan AS dilaporkan sempat digelar di Islamabad pada 11–12 April, namun belum menghasilkan kesepakatan lanjutan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026